connect:

Friday, July 16, 2010

ISLAM ADALAH AGAMA YANG MUDAH


Survey terbaru yang dilakukan oleh lembaga independen di Amerika Serikat menunjukkan bahwa persepsi masyarakat amerika terhadap anggapan bahwa agama islam adalah agama yang sarat dengan kekerasan menunjukkan grafik yang naik, hal ini seiring dengan gencarnya tudingan dan klaim negative terhadap agama islam. Mulai dari persepsi bahwa agama islam sarat dengan terorisme, hingga anggapan bahwa penampilan orang islam dengan jenggot merupakan penampilan yang harus dihindari, sebagaimana yang terjadi di kota Isesaki di Jepang yang menerapkan aturan bahwa orang yang berada di tempat umum harus bebas dari jenggot, kumis dan cambang. Sungguh hal yang mengherankan, jika melihat penampilan orang barat dengan pakaian terbuka malah mendapat tanggapan positif dari masyarakat dunia dalam artian tidak ada yang berani mengeluarkan aturan resmi untuk melarang hal itu.
Kembali ke masalah islam, sebenarnya respon masyarakat dunia terhadap islam sangatlah positif, karena hanya agama islam yang menganjurkan setiap umatnya untuk menuntut ilmu dan menghargai orang lain dan alam sekitarnya, dan juga menghargai fitrah manusia. Kita bisa membandingkan dengan agama yang lain, Kristen misalnya pada masa awal ajarannya sangat bertentangan dengan sains sehingga doktrin agama itu mendapat tentangan yang keras, dan dalam Kristen menikah dianggap membuat seseorang menjadi tidak suci.
Jika menilik hadis yang tadi yang intinya yaitu islam adalah agama yang mudah, mungkin masih muncul pertanyaan dalam benak kita, islam itu mudah dari segi apa, karena jika dibandingkan dengan ajaran agama Kristen, dalam ajaran islam lebih banyak aturan dan larangan, dan lebih banyak ritual keagamaan yang harus dilakukan, bahkan segala aspek kehidupan dalam islam ada aturannya. Dari hal ini sekilas muncul anggapan bahwa ajaran Kristen itu lebih mudah, mereka hanya ke gereja sekali seminggu, dosa yang mereka lakukan bisa diampuni hanya dengan mengakuinya kepada pastur di gereja. Dan hidup mereka lebih fleksibel dan tidak digariskan oleh agama.
Ketika kita beranggapan seperti itu, tentu akan muncul pertanyaan benarkah hadis tersebut, atau mungkin itu hadis palsu. Tapi ketika kita mengembil perspektif yang berbeda kita akan mendapatkan hal yang sangat jauh berbeda dan mungkin perpektif ini yang benar.
Dalam agama islam allah menyuruh manusia untuk melakukan kebaikan dan mencegah dari perbuatan munkar. Banyak sekali ayat alquran yang membahas tentang hal ini dan dalam alquran juga diterangkan bahw orang yang melakukan kebaikan akan mendapatkan surga, dan orang yang melakukan keburukan tidak langsung mendapatkan neraka. Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa dalam banyak ayat yang menceritakan tentang seorang nabi yang mengajak umetnya kepada agama islam di akhir ayat tersebut pasti berisi pujian kepada allah meskipun pernyataan sebelumnya orang yang masuk islam akan masuk surga.
Selain itu dalam islam orang yang melakukan kebaikan akan mendapatkan balasan yang berlipat lipat dari allah dan orang yang melakukan keburukan hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, tidak lebih. Misalnya ketika seseorang bersodaqoh dia akan mendapatkan pahala yang berlipat lipat ibarat ia menanam pohon dan pohon itu menghasilkan buah. Tetapi ketika seseorang itu melakukan keburukan, dalam alquran biasanya dikatakan sesungguhnya allah maha pengampun.
Jadi dapat kita lihat bahwa dalam islam itu seseorang mudah untuk mendapatkan pahala, bahkan ketika kita melakukan kebaikan seberat dzarrah pun kita akan melihat balasannya oleh karena itu tetaplah berbuat baik kepada orang lain dan tentu saja perbuatan baik kita kepada sang pencipta dengan bertaqwa kepada Allah azza wa jalla. Wallahu a’lam (Arisk)

1 comment:

silakan komen bozz asal sopan ,,, :-)